Liverpool - Dua kali kalah di tiga laga perdana, Liverpool menjalani start terburuk yang pernah mereka bayangkan. Tapi The Reds diminta tak panik karena ada fakta sejarah yang berpihak pada mereka.
Usai dikejutkan Tottenham Hotspur di pekan pertama, Liverpool sepertinya akan bangkit setelah memetik kemenangan besar atas Stoke City. Tapi mimpi buruk The Reds ternyata justru hadir di Anfield saat mereka dipermalukan Aston Villa dengan 1-3.
Dengan mempertimbangkan bahwa musim lalu Liverpool gagal jadi juara setelah sepanjang musim kalah dua kali, banyak pihak yang kemudian sudah menyangsikan daya saing Steven Gerrard cs. The Kop dianggap tak akan bisa bersaing dengan Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Manchester City.
Mencoret Liverpool saat kompetisi baru menyudahi tiga pertandingan jelas terlalu prematur. Apalagi sejarah mencatat kalau start buruk tak selalu berarti gagal meraih gelar di akhir musim. Itulah yang kini coba diyakini Yossi Benayoun.
"Kami masih berpikir kalau kami akan bisa memenangi titel. Mungkin caranya adalah kami tidak lagi menderita kekalahan sampai akhir musim, tapi kami percaya kalau kamu masih sangat kuat untuk berada di sana (menjadi juara) di akhir musim," ungkap Benayoun di Dailymail.
Tetap menjadi juara setelah kalah di pertandingan pertama memang pernah dilakukan Liverpool di tahun 1982. Saat itu, di akhir musim The Reds mengumpulkan 87 poin hasil 26 kemenangan, sembilan kali imbang dan tujuh kali kalah. Mereka unggul empat poin atas Ipswich Town di posisi dua.
Sementara di era Premier League, Manchester United juga pernah menjadi juara setelah menjalani tiga pertandingan pertamanya dengan hasil mengecewakan. The Red Devils melakukannya di musim 1992/93, 1998/99 dan 2007/08.
Di musim 1992/93, MU malah menelan dua kekalahan di dua laga pembuka dan imbang di pertandingan ketiga (tiga poin di tiga laga pertama). Sementara untuk tahun 1998/99 tiga hasil imbang didapat di tiga laga perdana (tiga poin). Dua musim lalu tiga laga perdana 'Setan Merah' malah berkesudahan dengan dua kali imbang dan sekali kalah (dua poin).
"Di klub seperti Liverpool, jika Anda kalah dua atau tiga pertandingan, lalu orang akan mempertanyakan apakah kami cukup kuat untuk memenangi liga. Tapi jalan masih panjang, segalanya masih bisa berubah," lanjut gelandang Israel itu.
"Ini baru awal musim, jadi kami tak akan membiarkan apa yang terjadi saat ini mengalahkan kami. Kami hanya harus terus berusaha," timpal Glen Johnson.
Tuesday, August 25, 2009
Liverpool Jangan Panik
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment