
Manchester - Sudah bukan rahasia lagi jika kini Manchester City hobi mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain. Setahun terakhir, City bahkan sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk memboyong pemain baru.
Kebiasaan tersebut terjadi sejak Abu Dhabi United Grup mengambilalih The Citizens pada tahun 2008. Segera saja mereka langsung menggebrak dengan pembelian Robinho dari Real Madrid pada deadline bursa transfer musim panas 2008/09.
Pemelian Robinho, yang dikabarkan mencapai angka 32, 5 juta poundsterling (sekitar Rp 532 miliar), diikuti dengan pembelian sejumlah nama lainnya. Pada musim itu, Craig Bellamy dan Nigel De Jong menyusul pada bursa transfer musim dingin.
Musim ini malah lebih gila lagi. Jika sebelumnya hanya nama Robinho yang terhitung mentereng, kali ini lebih banyak lagi nama besar yang bergabung dengan City. Sebut saja Emmanuel Adebayor, Gareth Barry, Carlos Tevez, Kolo Toure dan Roque Santa Cruz.
Kelima nama di atas masih ditambah lagi dengan beberapa pembelian terakhir seperti Stuart Taylor, Sylvinho dan hingga yang teranyar, Joleon Lescott. Pembelian Lescott bisa dibilang membuat Everton untung besar, lantaran menerima uang sebesar 24 juta pounds (Rp 392 miliar). Padahal ketika membelinya dari Wolverhampton tahun 2006, The Toffees hanya mengeluarkan uang sebesar 2 juta pounds (Rp 32 miliar) saja.
Pembelian Lescott itulah yang membuat City kini menjadi klub terboros di Premier League dalam 12 bulan terakhir. The Sun melansir bahwa rival sekota Manchester United itu kini telah menghabiskan dana sebesar 216,5 juta pounds (Rp 3,5 triliun) untuk membeli pemain-pemain baru. Nilai tersebut bahkan melampaui pengeluaran klub-klub elit Premier League lainnya.
Lihat saja Liverpool yang "cuma" menghabiskan 81,3 juta pounds (Rp 1,33 triliun) atau MU yang mengeluarkan kocek sebesar 76,3 juta pounds (Rp 1,24 triliun). Bahkan Chelsea dan Arsenal lebih hemat lagi. Arsenal mengeluarkan dana 40,8 juta pounds (Rp 668 miliar) sedangkan Chelsea (Rp 475 miliar).
Chief Executive City Gary Cook mengatakan bahwa antusiasme di tubuh tim untuk meraih prestasi yang lebih tinggi tengah membumbung. Oleh karenanya mengeluarkan banyak dana seperti itu dinilai wajar saja.
"Semangat dan ekspektasi di dalam klub telah mencapai level yang tak pernah terjadi dalam tiga dekade terakhir. Bagaimana mungkin Anda tidak merasa antusias," tandasnya.
Tuesday, August 25, 2009
Jor-joran City Capai Rp 3,5 T
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment