CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS

Tuesday, August 25, 2009

Wenger: MU Tak Lebih Besar dari Celtic

London - Arsenal akan menghadapi laga besar akhir pekan ini saat menyambangi Manchester United. Tapi buat Arsene Wenger, pertandingan itu tidak lebih besar dibanding pertemuan dengan Celtic di Playoff Liga Champions. Perang dimulai?

Malam nanti Arsenal akan berhadapan dengan Celtic di leg kedua play off Liga Champions. Bermain di kandang sendiri, The Gunners diyakini tak akan kesulitan memetik kemenangan, mengingat pekan kemarin di kandang lawan mereka berhasil unggul 2-0.

Karena sudah melangkahkan satu kakinya ke fase grup Liga Champions, Wenger bisa saja tidak menurunkan pemain terbaiknya untuk pertandingan tersebut, dengan pertimbangan menyimpan tenaga untuk melawat ke Old Trafford. Namun orang Prancis itu malah mengindikasikan bakal tampil habis-habisan, karena laga dengan Celtic disebutnya lebih besar dibanding pertemuan dengan "Setan Merah".

"Sejauh ini, pertandingan dengan Celtic akan lebih penting dari hari Sabtu nanti buat Arsenal. Kami harus memberikan segalanya karena Anda tak akan punya kesempatan lagi di esok hari," ungkap Wenger di TheSun.

"Jika kalah atas MU sabtu nanti, kami masih punya kesempatan untuk mengejarnya, masih ada 35 pertandingan lagi. Jika kami kalah atas Celtic, kami tak akan mendapat apa-apa. Itu pertandingan besar," sambung dia.

Apa yang diungkapkan Wenger jelas tidak salah. Kalau sampai kalah agregat atas Celtic, maka peluang berlaga di Liga Champions dipastikan habis. Tapi karena The Gunners sudah berbekal kemenangan 2-0 di kandang lawan, 'Si Profesor' seharusnya tahu kalau kans dia kalah besar di Emirates Stadium terhitung kecil.

Sejauh ini Cesc Fabregas dkk selalu menunjukkan permainan imresif, selain kemenangan 2-0 di leg pertama. Di Premier League, Arsenal menjadi klub paling produktif setelah berhasil membuat 10 gol dalam dua pertandingan. Hebatnya, gawang Manuel Almunia pada kesempatan yang sama cuma jebol dua kali.

"Pekerjaanya belum selesai, pekerjaan itu masih harus dilakukan. Itulah pendekatan yang akan kami lakukan untuk pertandingan tersebut. Celtic tak punya pilihan lagi, mereka akan keluar menyerang. Kami akan bertahan pada taktik kami," pungkas Wenger saat disinggung soal status timnya yang jadi favorit dalam laga yang disiarkan RCTI Kamis (27/8/2009) dinihari WIB.
( din / arp )

Read More......

Jor-joran City Capai Rp 3,5 T


Manchester - Sudah bukan rahasia lagi jika kini Manchester City hobi mengeluarkan banyak uang untuk membeli pemain. Setahun terakhir, City bahkan sudah mengeluarkan dana sebesar Rp 3,5 triliun untuk memboyong pemain baru.

Kebiasaan tersebut terjadi sejak Abu Dhabi United Grup mengambilalih The Citizens pada tahun 2008. Segera saja mereka langsung menggebrak dengan pembelian Robinho dari Real Madrid pada deadline bursa transfer musim panas 2008/09.

Pemelian Robinho, yang dikabarkan mencapai angka 32, 5 juta poundsterling (sekitar Rp 532 miliar), diikuti dengan pembelian sejumlah nama lainnya. Pada musim itu, Craig Bellamy dan Nigel De Jong menyusul pada bursa transfer musim dingin.

Musim ini malah lebih gila lagi. Jika sebelumnya hanya nama Robinho yang terhitung mentereng, kali ini lebih banyak lagi nama besar yang bergabung dengan City. Sebut saja Emmanuel Adebayor, Gareth Barry, Carlos Tevez, Kolo Toure dan Roque Santa Cruz.

Kelima nama di atas masih ditambah lagi dengan beberapa pembelian terakhir seperti Stuart Taylor, Sylvinho dan hingga yang teranyar, Joleon Lescott. Pembelian Lescott bisa dibilang membuat Everton untung besar, lantaran menerima uang sebesar 24 juta pounds (Rp 392 miliar). Padahal ketika membelinya dari Wolverhampton tahun 2006, The Toffees hanya mengeluarkan uang sebesar 2 juta pounds (Rp 32 miliar) saja.

Pembelian Lescott itulah yang membuat City kini menjadi klub terboros di Premier League dalam 12 bulan terakhir. The Sun melansir bahwa rival sekota Manchester United itu kini telah menghabiskan dana sebesar 216,5 juta pounds (Rp 3,5 triliun) untuk membeli pemain-pemain baru. Nilai tersebut bahkan melampaui pengeluaran klub-klub elit Premier League lainnya.

Lihat saja Liverpool yang "cuma" menghabiskan 81,3 juta pounds (Rp 1,33 triliun) atau MU yang mengeluarkan kocek sebesar 76,3 juta pounds (Rp 1,24 triliun). Bahkan Chelsea dan Arsenal lebih hemat lagi. Arsenal mengeluarkan dana 40,8 juta pounds (Rp 668 miliar) sedangkan Chelsea (Rp 475 miliar).

Chief Executive City Gary Cook mengatakan bahwa antusiasme di tubuh tim untuk meraih prestasi yang lebih tinggi tengah membumbung. Oleh karenanya mengeluarkan banyak dana seperti itu dinilai wajar saja.

"Semangat dan ekspektasi di dalam klub telah mencapai level yang tak pernah terjadi dalam tiga dekade terakhir. Bagaimana mungkin Anda tidak merasa antusias," tandasnya.

Read More......

Rooney Sudah 100


Dua gol yang dibuat Wayne Rooney saat Manchester United melumat Wigan membuat dia menyentuh angka 100 dalam hal jumlah gol yang dia cetak buat Setan Merah. Selain merasa bangga, Rooney mengaku masih ingin terus mencetak gol lagi.

Read More......

Liverpool Jangan Panik

Liverpool - Dua kali kalah di tiga laga perdana, Liverpool menjalani start terburuk yang pernah mereka bayangkan. Tapi The Reds diminta tak panik karena ada fakta sejarah yang berpihak pada mereka.

Usai dikejutkan Tottenham Hotspur di pekan pertama, Liverpool sepertinya akan bangkit setelah memetik kemenangan besar atas Stoke City. Tapi mimpi buruk The Reds ternyata justru hadir di Anfield saat mereka dipermalukan Aston Villa dengan 1-3.

Dengan mempertimbangkan bahwa musim lalu Liverpool gagal jadi juara setelah sepanjang musim kalah dua kali, banyak pihak yang kemudian sudah menyangsikan daya saing Steven Gerrard cs. The Kop dianggap tak akan bisa bersaing dengan Manchester United, Chelsea, Arsenal dan Manchester City.

Mencoret Liverpool saat kompetisi baru menyudahi tiga pertandingan jelas terlalu prematur. Apalagi sejarah mencatat kalau start buruk tak selalu berarti gagal meraih gelar di akhir musim. Itulah yang kini coba diyakini Yossi Benayoun.

"Kami masih berpikir kalau kami akan bisa memenangi titel. Mungkin caranya adalah kami tidak lagi menderita kekalahan sampai akhir musim, tapi kami percaya kalau kamu masih sangat kuat untuk berada di sana (menjadi juara) di akhir musim," ungkap Benayoun di Dailymail.

Tetap menjadi juara setelah kalah di pertandingan pertama memang pernah dilakukan Liverpool di tahun 1982. Saat itu, di akhir musim The Reds mengumpulkan 87 poin hasil 26 kemenangan, sembilan kali imbang dan tujuh kali kalah. Mereka unggul empat poin atas Ipswich Town di posisi dua.

Sementara di era Premier League, Manchester United juga pernah menjadi juara setelah menjalani tiga pertandingan pertamanya dengan hasil mengecewakan. The Red Devils melakukannya di musim 1992/93, 1998/99 dan 2007/08.

Di musim 1992/93, MU malah menelan dua kekalahan di dua laga pembuka dan imbang di pertandingan ketiga (tiga poin di tiga laga pertama). Sementara untuk tahun 1998/99 tiga hasil imbang didapat di tiga laga perdana (tiga poin). Dua musim lalu tiga laga perdana 'Setan Merah' malah berkesudahan dengan dua kali imbang dan sekali kalah (dua poin).

"Di klub seperti Liverpool, jika Anda kalah dua atau tiga pertandingan, lalu orang akan mempertanyakan apakah kami cukup kuat untuk memenangi liga. Tapi jalan masih panjang, segalanya masih bisa berubah," lanjut gelandang Israel itu.

"Ini baru awal musim, jadi kami tak akan membiarkan apa yang terjadi saat ini mengalahkan kami. Kami hanya harus terus berusaha," timpal Glen Johnson.

Read More......